6 Wonderkids Liga Serie A yang Diprediksi Bersinar di tahun 2017

👍 Sepakbola Italia

6 Wonderkids Liga Serie A yang Diprediksi Bersinar di tahun 2017

6-wonderkids-liga-serie-a-yang-diprediksi-bersinar-di-tahun-2017

Gianluigi Donnarumma, Pedro Pereira dan beberapa wonderkids Serie A lain bersiap untuk membuat tahun 2017 menjadi tahun mereka.
Kiper muda timnas Italia yang masih remaja ini memimpin para pemain muda lainnya untuk membuat  sepak bola Italia kembali ke papan atas sepak bola Eropa.

Sepak Bola Italia seperti sedang tertidur dalam dua dekade terakhir di Eropa – tetapi pengembangkan pemain muda dari klub-klub Serie A  bisa kembali membawa liga italia ke era kejayaannya.
Klub-klub serie A hanya memenangkan tiga kali gelar Liga Champions dalam 20 tahun terakhir, penurunan cukup tajam setelah mendominasi kancah Eropa pada 1980-an dan 1990-an Ketika tim Italia muncul di 12 dari 16 final Selama tahun-tahun kejayaannya itu.

Namun ada sejumlah pemain berbakat yang menarik yang siap “membuat tanda” di dalam negeri saat ini dan jika klub-klub seperti AC Milan dan Juventus bisa menjaga mereka dalam pertandingan domestik, maka hari-hari kejayaan sepakbola mereka bisa kembali  segera.
Berikut Football Whispers menampilkan 6 pemain muda berbasis Italia yang diharapkan mendominasi berita utama di tahun-tahun mendatang.

 

Gianluigi Donnarumma, AC Milan, 17 tahun
Ada sebuah kepercayaan bahwa seorang Kiper akan lebih baik seiringi mereka semakin matang umurnya, yang membuat Gianluigi Donnarumma sebagai Kiper yang paradoks.

Membuat debutnya untuk AC Milan di usianya yang baru 16 tahun dan belum merayakan ulang tahun ke-18 nya, pertandingan berikutnya sang remaja akan menandai penampilan kelima puluh nya untuk Rossoneri.
Donna juga sudah tampil perdana untuk tim nasional senior Italia, bermain di final Coppa Italia  dan melakukan penyelamatan dari penalti Paulo Dybala yang membuat timnya memenangkan Supercoppa Italiana  untuk raksasa San Siro.
Yang menandai trofi pertama mereka sejak 2011 dan Donnarumma menjadi tombak dari hadirnya para pemain muda lain yang akan mewakili masa depan Milan.

Melihat dia di bawah mistar gawang dia adalah seorang kiper muda komplet yang sangat sedikit membuat kesalahan, menampilkan refleks yang sangat bagus dan dengan ukuran tubuhnya yang bak raksasa bisa dengan cepat recover jika footworknya salah.
AC Milan akan mencoba mati-matian untuk memberikan  kontrak jangka panjang baru tapi itu tidak menghentikan klub-klub besar sepak bola Eropa berharap bisa membawanya pergi dari Milan.
Franck Kessie, Atalanta, 20 tahun
Saat Serie A libur musim dingin secara tradisional, Atalanta duduk manis di papan atas klasemen , klub urutan keenam dimana mereka bisa lebih baik posisinya dari pada Fiorentina, Inter dan Torino.
Klub yang berbasis di Bergamo cukup dikenal dalam memproduksi pemain muda berbakat seperti Gaetano Scirea, Roberto Donadoni dan Giacomo Bonaventura dimana semua pemain besar ini meninggalkan klub yang lebih besar.
Franck Kessie Tampaknya menjadi bintang besar berikutnya yang muncul di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, dengan  pemandu bakat Arsenal sering menonton akslinya secara langsung sementara Chelsea mencoba memberikan tawaran lebih dari € 20 juta .
Seorang gelandang serba bisa yang penuh energi, sudah mengemas enam gol di serie A , tak heran bnyak klub sudah masuk antrian untuk mendapatkan tanda tangan-nya dari hari ke hari.

 

Manuel Locatelli, AC Milan, 18 tahun

Ketika Milan, terkesan dengan penampilan Donnarumma  cukup untuk menyerahkan dia untuk posisi starter dari pad  mantan kiper Real Madrid Diego Lopez, Manuel Locatelli mendapkan berkat diberi kesempatan setelah penurunan yang luar biasa dari nasib Rossoneri.
Dengan skuad tipis mereka sekarang setelah kesalahan pengelolaan keuangan yang serius, Vincenzo Montella hanya punya pilihan minimal kala kapten Riccardo Montolivo mengalami cedera yang mengakhir musimnya kala cedera serius pada bulan September.
So sang Allenatore berpaling pada pemain berusia 18 tahun yang tampil tidak mengecewakan, mencetak gol penting melawan Sassuolo dan Juventus, punya passing range yang ekselent.
Sangat tenang saat membawa bola, dia memiliki visi untuk melihat pemain yang terbuka di sisi flank atau lebih jauh ke depan dan Kemampuan untuk mengirim bola jauh ke rekannya dengan akurat.

Meski jelas masih perlu banyak belajar, untuk bisa mengejawantahkan taktis denga baik dan kesiapannya dalam menghadapi tekanan mental akan membuatnya menjadi pemain yang pantas diperhatikan di masa-masa sekarang dan depan.
 

Pol Lirola, Sassuolo (pinjaman dari Juventus), 19 tahun
Juventus menikmati kenyamanan di puncak Serie A dalam beberapa  musim terakhir, membuka celah  memungkinkan raksasa Turin untuk mempersiapkan masa depan mereka sementara memenangkan gelar di masa sekarang.
Salah satu contoh utama ketika pelatih Max Allegri Dimana dapat memilih bek kanan antara Stephan Lichtsteiner atau Dani Alves, namun Bianconeri Sudah memiliki pengganti siap pakai untuk menggantikan kedua veteran jika mereka akan pergi.
Saat ini bermain di Sassuolo, Pol Lirola punya kualitas mumpuni untuk berperan sebagai bek kanan andalan di masa depan.

Kedisiplinannya dalam bertahan  sangat baik di posisi nya di bek sayap, sementara energi dan kecepatannya adalah senjata berharga setiap kali dia membantu dalam serangan.
Federico Chiesa, Fiorentina, 19 tahun
Kebanyakan pemain akan gentar atau minder saat membuat debut mereka melawan sang jawara Juventus, tapi itu tidak ada dalam kamus Federico Chiesa yang mungkin hanya butuh sedikit bantuan.

 

Putra mantan striker legenda Italia Enrico dan kini bermain untuk Paulo Sousa, pemain remaja ini adalah pemain debutan yang diharapkan bermain baik kala menjalani debutnya di serie A tanpa kegugupan. dan gelandang serbaguna hanya akan terus meningkat dan berkembang di putaran kedua musim 2016/17 ini.

Menerjunkannya sebagai bek sayap, pemain sayap ortodoks dan di lini tengah, dimana dia bisa berubah dengan cepat sesuai arahan sang Bos, Sousa .

 

Pedro Pereira, Sampdoria, 18 tahun
Lahir di Lisbon dan dengan cepat disambar Benfica, mantan pemain sayap Pedro Pereira dilatih kembali untuk bermain sebagai bek sayap dan perpindahan posisinya terbukti membuat dirinya mewakili timnas Portugal di bawah-15, U-16 dan U-17  .
Dia kemudian dengan cepat pindah dan bergabung dengan Sampdoria  hanya dengan biaya transfer € 190.000 pada Juli 2015 dan segera menjadi salah satu skuad tim pertama setelah beberapa penampilan mengesankan bersama tim muda.

Mampu bermain di kedua sayap, pelatih Marco Giampaolo terus mengembangkan dirinya, sekarang sang bek muda cukup jago dalam bertahan dan keterampilan menyerang dengan mengesankan, dengan kecepatannya dan crossing nya yang akurat.
Meskipun usianya masih belia, dia telah menunjukkan kematangan dan temperamennya, membuat lima kali sebagai starter pada bulan September dan kini mencoba mengamankan posisi reguler bagi klub yang berbasis di kota Genoa ini.

Komentar
To Top