Bintang Sepakbola yang Bermain di Liga China Terancam Sakit

Sepakbola Dunia

Bintang Sepakbola yang Bermain di Liga China Terancam Sakit

BEIJING, CHINA - MARCH 21: British soccer player David Beckham (R) is presented a jersey by Beijing Guo'an Soccer Club's footballer Frederic Oumar Kanoute on March 21, 2013 in Beijing, China.  Beckham visited the club as the ambassador for the youth football program in China and the Chinese Super League Thursday.  PHOTOGRAPH BY Xinhua /Landov / Barcroft Media  UK Office, London. T +44 845 370 2233 W www.barcroftmedia.com  USA Office, New York City. T +1 212 796 2458 W www.barcroftusa.com  Indian Office, Delhi. T +91 11 4053 2429 W www.barcroftindia.com

Dengan iming-iming gaji besar, klub-klub elit Liga Super China sukses memboyong beberapa nama bintang sepakbola untuk merumput di Negeri Tirai Bambu, sebut saja seperti Oscar, Carlos Tevez, dan sebagainya.

Namun, para pesepakbola top yang berkarier di Liga Super China dengan gaji besar tersebut, bukan tanpa resiko.

Negeri Tirai Bambu sendiri saat ini sedang dilanda polusi udara yang mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warganya.

Seperti dilansir dari Telegraph, pemerintah China tengah gencar memerangi polusi udara yang kerap melanda Beijing dan beberapa kota lainnya.

Polusi udara di China memang semakin parah, pemerintah telah memperingatkan seluruh masyarakat di 62 kota, termasuk Beijing, agar mewaspadai dampak buruknya bagi kesehatan. Bahkan total 20 kota di antaranya siap untuk dievakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Nama-nama besar seperti Oscar, Tevez, Ramires, Lavezzi, Hulk, hingga Kanoute terancam terkena polusi udara. Tak hanya itu, dampak yang paling mengerikan tentu ancaman terkena penyakit paru-paru.

Namun, yang paling beresiko terkena polusi adalah mantan pemain Sevilla, Frederic Kanoute yang memperkuat klub Beijing Guoan FC sejak 2012 lalu.

Pasalnya, kota Beijing yang ditinggali Kanoute jadi kota yang paling parah pencemaran udaranya di China.

Saking parahnya, polusi udara di Beijing telah melampaui ambang batas yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal tersebut membuat banyak sekolah dan kantor tutup, pembatalan penerbangan, dan pelarangan mengemudi.

Polusi terjadi sepanjang musim dingin di China disebabkan banyak pabrik yang menggunakan bahan bakar batu bara. Asap pembuangan batu bara itu menguap di udara, sehingga penduduk di China harus menggunakan masker penutup wajah saat beraktifitas di luar ruangan.

Pemerintah China membuat aturan baru untuk mengatasi masalah polusi di negaranya, seperti melarang  membakar sampah, sampai menutup 500 pabrik dan melarang kendaraan bermotor yang diketahui menjadi penyebab polusi udara.

Komentar
To Top