Ini Bukti Juventus Layak Disebut Raja Transfer Eropa

👍 Sepakbola Italia

Ini Bukti Juventus Layak Disebut Raja Transfer Eropa

Ini Bukti

Setelah skandal Calciopoli yang mengguncang sepak bola Italia, Juventus kehilangan guru transfer mereka yaitu Luciano Moggi, dan klub raksasa Italia tersebut dianggap akan kesulitan untuk terus menciptakan transaksi pemain yang menguntungkan secara finansial maupun prestasi.

Namun hingga kini Bianconeri terus menunjukkan bahwa mereka merupakan tim yang paling efektif dan cerdas dalam menggunakan uang untuk mendapatkan pemain kelas dunia dengan harga terjangkau atau bahkan gratis. Berikut adalah lima transfer yang membuktikan bahwa Juventus masih merupakan raja transfer di sepak bola Eropa.

Dani Alves (gratis)

Pada awal musim lalu, Juventus membutuhkan tambahan pemain di posisi bek atau sayap kanan, dengan performa Stephan Lichtsteiner yang mulai mengalami penurunan. Dan melihat situasi Dani Alves yang tidak menyenangkan di Barcelona, dengan kedatangan Aleix Vidal dari Sevilla yang membuat posisinya di bek kanan terancam, Juventus bergerak cepat untuk menawarinya kesempatan bermain di Juventus Stadium.

Dani Alves menerima tawaran tersebut, dan ia langsung menjadi sosok yang berpengaruh di tim asuhan Massimiliano Allegri. Alves mampu menggunakan pengalamannya untuk meningkatkan kualitas permainan Bianconeri, dan membawa klub tersebut meraih Scudetto keenam beruntun mereka, dan melangkah ke babak final Liga Champions meski mereka harus dikalahkan oleh Real Madrid di Cardiff.

Paulo Dybala (34 juta pounds)

Harga 34 juta pounds memang bukan harga yang murah untuk mendatangkan seorang pemain sepak bola, namun melihat kualitas pemain yang didatangkan oleh Juventus dua musim lalu, itu jadi tampak seperti harga yang terlampau murah.

Paulo Dybala langsung menjadi sosok utama di lini depan Juventus usai didatangkan dari Palermo. Ia menjadi pencetak gol terbanyak klub di musim pertamanya bermain di Juventus Stadium. Dan di musim keduanya, bersama Gonzalo Higuain, ia membentuk salah satu duet lini depan paling menakutkan di Eropa. Sebagai perbandingan, Everton baru-baru ini mendatangkan kiper Jordan Pickford dari Sunderland dengan harga yang hampir setara dengan harga yang dikeluarkan oleh Juventus untuk mendapatkan Dybala. Itu menunjukkan betapa efisien Bianconeri dalam menggunakan dana transfer mereka.

Paul Pogba (gratis)

Nama Paul Pogba masih asing di telinga sebagian besar pecinta sepak bola saat Juventus mendatangkannya dari Manchester United pada awal musim 2012-13. Pemain asal Prancis itu kesulitan untuk menembus skuat utama Manchester United, dan akhirnya ia memilih untuk hengkang ke Liga Italia untuk membuktikan kualitasnya.

Juventus mampu memberikan peran yang sesuai dengan kemampuan Pogba di Turin, dan hasilnya ia berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia di Juventus Stadium. Juventus akhirnya kembali menjual Pogba ke Manchester United, dengan harga yang memecahkan rekor dunia. Strategi bisnis yang sangat menguntungkan.

Arturo Vidal

Menjelang musim 2011-12 bergulir, Juventus berusaha untuk merombak tim mereka, dengan mendatangkan wajah-wajah segar yang kelak akan menjadi tulang punggung tim. Arturo Vidal pun didatangkan dari klub Bundesliga Bayer Leverkusen dengan harga hanya 10,6 juta pounds, dan itu terbukti menjadi transaksi yang sangat krusial.

Vidal menunjukkan kualitas terbaiknya di Juventus Stadium, di mana ia mampu menjadi gelandang pemutus serangan lawan yang sangat baik, dan penyeimbang lini tengah yang solid. Arturo Vidal juga kerap menjadi penyelamat tim dengan ketangguhannya dalam duel-duel udara, dan ketenangannya dalam mengeksekusi penalti.

Andrea Pirlo

Ini bisa dibilang sebagai transfer paling brilian dari Juventus sejak era Calciopoli. Dianggap sudah termakan usia di AC Milan, Andrea Pirlo mulai kehilangan peran utamanya di San Siro. Juventus bergerak cepat dengan merekrutnya dengan status bebas transfer, dan itu terbukti merupakan keputusan yang sangat tepat.

Pirlo menjadi nyawa di lini tengah Juventus. Ia menjadi playmaker yang brilian di tengah lapangan, dan terus menciptakan sihir-sihir dengan umpan jeniusnya, serta eksekusi tendangan bebasnya yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pirlo pun berperan besar dalam membawa Juventus mencapai babak final Liga Champions tahun 2015, namun sayang mereka harus ditaklukkan oleh klub Spanyol Barcelona.

Komentar
To Top