Kasus-Kasus Kekerasan Pemain Warnai Sepak Bola Indonesia

👍 Liga Indonesia

Kasus-Kasus Kekerasan Pemain Warnai Sepak Bola Indonesia

Kasus-Kasus Kekerasan Warnai Sepak Bola Indonesia

Komdis PSSI menggelar sidang  pada Kamis (1/6/2017) Juni di Jakarta. Komdis mengeluarkan 14 sanksi atas kasus kekerasan, pelemparan botol, hingga kepada pemain yang mangkir ketika dipanggil Timnas Indonesia.

Paada sidang kali ini, klub-klub Liga 2 kembali jadi sorotan. Tindakan kekerasan, mulai pemukulan, menendang, hingga menampar masih terus terjadi. Dari 14 sanksi yang dijatuhkan, delapan di antaranya kepada pemain dan ofisial yang melakukan tindakan kekerasan.

Berikut sembilan kasus kekerasan yang melibatkan tim-tim Liga 2:

1. Pemain Perssu Real Madura, Joko Sugiarto diberi sanksi  laragan beraktivitas sepak  bola di lingkunagn PSSI selama 10 bulan karena terbukti mencekik dan memukul wasit pada pertandingan Kalteng Putra FC melawan Perssu Real Madura.

2. Ofisial Perserang Serang, Babay Karnawi dijatuhi hukuman larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan sebanyak delapan kali dan denda Rp 20 juta. Dia terbukti menampar Asisten Wasit I saat berjalan menuju lorong ruang ganti pada pertandingan Lampung Sakti melawan Perserang Serang.

3. Pemain Persibangga Purbalingga Muh. Aliah Al Fuad menendang pemain PSCS, Muhammad Arifin pada pertandingan PSCS Cilacap melawan Persibangga. Dia didenda Rp 10 juta dan larangan bertanding empat kali.

4. Muhammad Arifin, pemain PSCS juga dikenai sanksi lantaran memukul M. Aliah Al Fuad. Dia dilarang tampil dalam tiga partai dan denda Rp 10 juta.

5. Pemain PSCS, Muhammad Khoiron dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak tiga kali dan denda Rp 10 juta karena terbukti mendorong pemain Persibangga Purbalingga Muh. Aliah Al Fuad pada pertandingan PSCS melawan Persibangga.

6. Pemain PSCS, Ridho Setiawan dilarang bermain sebanyak tiga kali dan denda Rp 10 juta karena terbukti melakukan pemukulan pemain Persibangga Muh. Aliah Al Fuad pada pertandingan PSCS melawan Persibangga.

7. Pemain PSCS, Sunni Hizbullah diberi sanksi larangan bermain sebanyak enam kali dan denda Rp 10 juta. Dia terbukti melakukan kericuhan antar pemain kedua tim pada pertandingan PSCS melawan Persibangga.

8. Putusan sementara terhadap Pemain PSBL Langsa, Rizaldi diberi sanksi larangan bermain sebanyak enam kali dan denda Rp 10 juta karena terbukti dengan sengaja menyikut pemain PSPS Riau, Firman Septian, hingga patah bagian rahang dan mendapatkan perawatan pada pertandingan PSBL Langsa melawan PSPS Riau.

Selain delapan kasus kekerasan di atas, PSSI juga memberi sanksi kepada pemain Persija, Rezaldi Hehanusa karena mangkir dari pemanggilan timnas. PSCS dan Perssu juga diberi sanksi karena penonton melakukan pelemparan botol.

Komentar
To Top